Gotong Royong Warga Sukamanah Jaga Sumber Kehidupan, Bersihkan Saluran Air di Kaki Bukit Tunggul
Subang || Kepedulian terhadap kelestarian sumber air kembali ditunjukkan oleh masyarakat Kampung Sukamanah RT 01 dan RT 02 RW 05, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Di tengah musim kemarau yang mengakibatkan debit air mengecil dalam beberapa hari terakhir, warga bergotong royong membersihkan saluran air di kawasan kaki Gunung Bukit Tunggul, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan masyarakat, para Ketua RT, Ketua RW, serta tokoh lingkungan setempat. Selain membersihkan saluran yang dipenuhi lumpur, dedaunan, dan ranting, warga juga membangun penampungan air sederhana untuk mengoptimalkan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan dapat dihadapi melalui aksi nyata. Di tengah keterbatasan akibat musim kemarau, masyarakat memilih turun langsung menjaga sumber kehidupan yang selama ini menjadi andalan kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Lingkungan Yayasan Gema Bela Negara, Nandang TH, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan saluran air, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlangsungan sumber mata air.
“Air merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Ketika debitnya mulai berkurang akibat musim kemarau, kita tidak bisa hanya mengeluh. Kita harus bergerak bersama menjaga saluran air, merawat sumber mata air, dan menjaga kawasan hulu agar tetap lestari. Gotong royong hari ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat adalah kekuatan utama dalam menjaga lingkungan,” ujar Nandang TH.
Ia menambahkan, upaya menjaga ketersediaan air tidak cukup dilakukan saat kemarau tiba. Menurutnya, langkah jangka panjang seperti melestarikan hutan, menjaga daerah resapan, dan melakukan penghijauan di kawasan hulu harus terus dilakukan agar sumber mata air tetap terjaga sepanjang waktu.
“Membersihkan saluran adalah solusi jangka pendek, sedangkan menjaga hutan dan menanam pohon merupakan investasi jangka panjang. Jika hutannya lestari, sumber air akan tetap hidup dan manfaatnya dapat dirasakan oleh anak cucu kita nanti,” tambahnya.
Melalui kerja bakti ini, masyarakat Kampung Sukamanah berharap aliran air kembali lancar dan mampu memenuhi kebutuhan warga. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Semangat gotong royong yang tumbuh dari Kampung Sukamanah menjadi inspirasi bahwa kepedulian terhadap alam selalu dimulai dari langkah-langkah sederhana. Dengan menjaga sumber air hari ini, masyarakat sesungguhnya sedang menjaga keberlangsungan kehidupan untuk masa depan.
Ditulis oleh: Cepi Gantina